Minggu, 25 Januari 2015

Euro Trip ke 1 - Barcelona (Maret 2006)

La Rambla, merupakan jalan di Barcelona yang sangat unik. Jalan ini kanan kiri berupa pertokoan dan restaurant, di tengah jalan justru untuk pejalan kaki. Area untuk pejalan kaki justru lebih luas dari pada untuk kendaraan. Jalan La Rambla sepanjang sekitar 1.5 km dari placa de catalunya sampai dengan patung colombus. Di alun-alun Placa de catalunya ini banyak sekali kita jumpai burung merpati.
Placa De Catalunya


Jalan La Rambla ini sangat rame sekali, di sepanjang jalan ini kita bisa menemukan aksi beberapa seniman yang unik-unik.



Di jalan La Rambla ini juga ada gedung yang sangat artistik sekali didesain oleh arsitek ternama Spanyol Gaudi. Gedung tersebut adalah Gaudí's Casa Batlló. Gedung ini dibangun tahun 1877 oleh Antoni Gaudi dan telah mengalami beberapa renovasi. Tahun 1906 mendapat penghargaan candidate rumah dengan desain terbaik dari dewan kota Barcelona dan setelah itupun masih ada beberapa perbaikan. Gedung ini disewakan untuk berbagai keperluan acara.
Ujung dari jalan La Rambla adalah tugu Colombus. Tugu ini dibuat untuk memperingati Colombus si penemu benua Amerika. Patung Colombus ada di atas tugu dengan jari telunjuk menunjuk arah benua Amerika.
Colombus Monument

Tak jauh dari Colombus Monument ada L'Aquarium, sea worldnya Barcelona. 
Dari L' Aguarium kita bisa menyusuri pantai sepanjang jalan Ronda litoral. Namun ada yang aneh dengan pantai di sini, kita bisa lihat gadis-gadis top less di sini. Memang dibandingkan dengan negara-negara eropa lainnya, saya lihat Spain (Barcelona) kehidupan seks anak remajanya terasa lebih bebas. Sepasang kekasih bisa kita lihat berciuman dimana-mana dan itu dianggap normal. Bahkan ada toko alat bantu seks yang dijual di depan supermarket dan terlihat terbuka sehingga anak-anak juga bisa melihatnya. Tapi kalau saya tampilkan photo pemandangan pantainya takut nantinya blog ini kena blokir he he ....


Satu lagi tempat menarik yang akan saya share di sini adalah sagrada familia, sebuah gereja dengan desain yang sangat unik, juga hasil desain Antoni Gaudi. Gereja ini dibuat tahun 1883 dan sampai sekarang belum selesai konstruksinya.
Sagrada Familia


Selain exteriornya yang indah, interiornya juga didisain dengan saat indah.


Febry dan Kunto


Sabtu, 17 Januari 2015

Dubai ke 1- (31 Des 2014 sd 3 Jan 2015)

Hari Pertama (31 Des 2014)
Berangkat ke Dubai dari Soeta penerbangan jam 00:15, tanggal 31 Des 2014. Tiba di airport Dubai langsung menuju hotel Phoenicia naik MRT turun di stasiun Barniyas square. Karena kami mau jalan-jalan keliling kota kami memilih menggunakan ticket terusan red nol card seharga 22 dirham per hari. Ticket ini berlaku untuk MRT, tram dan bus kota. Hotel Phoenicia terletak tepat di depan stasiun Barniyas square. Salah satu kunci kenyamanan kalau kita jalan-jalan di negara yang ada stasiun MRTnya adalah pilih penginapan di dekat stasiun kereta.

Tiba di hotel jam 08:00 belum bisa check in, jadi kami titip tas dan coba jalan keliling kota di sekitar hotel yaitu ke Deira Gold City dan kembali lagi ke hotel jam 10:30. Habis makan siang di KFC samping hotel terus tidur siang terlebih dahulu. Hadeuh dah jauh-jauh ke Dubai malah tidur siang di hotel  he he … Bukan begitu soalnya kami nanti malam mau tahun baruan takut mengantuk J.

Berangkat dari Hotel jam 3 menuju ke Dubai mall tentunya dengan naik MRT. Dari stasiun kereta ke Dumai mall relatif jauh, tetapi karena ada pedestrian bridge yang dilengkapi AC dan escalator horizontal ditambah pula kita bisa cuci mata dengan sesama pejalan kaki yang berasal dari seluruh penjuru dunia, kami rasakan asyik juga.

Di Dubai mall ini kami nggak belanja sama sekali xixixixi…, cuma photo-photo doang. Object yang bisa dijadikan background untuk berphoto diantaranya: Aquarium raksasa, water fall, taman depan mall lengkap dengan gedung Burj khalifa, Ice skating, dan the souk (mall dengan nuansa tradisional).

 Aquarium Raksasa

 The souk, tradisional market

The souk, Mado Restaurant

The Souk, Replika Fosil Dinosaurus

 Narsis di depan Dubai Mall

 Narsis berdua di depan Dubai mall

 Tempat Ice Skating Di Dubai Mall

Water Fall, Dubai Mall

Di mall ini juga ada pembagian balon tahun baru secara gratis dan bisa berphoto-photo dengan bingkai tahun baru secara gratis pula. Capek deh … serba yang gratis nih maunya .. ha ha … 

Di mall ini kita juga bisa melihat water fountain, yang dimainkan 2 jam sekali dengan durasi waktu sekitar 5 menit.Berikut photo dan videonya.
Dubai Water Fountain

Video water fountain ada di https://youtu.be/M7KbdjW-sNg

Waktu menunjukkan jam 22:00. Wah jadual firework masih lama. Tapi kira-kira dimana ya yang bisa melihat kembang api dengan jelas? Akhirnya kami menuju ke luar mall dan mencari tempat di jembatan yang dapat melihat burj khalifa secara utuh. Burj Khalifa adalah gedung tertinggi di Dunia yang selesai dibangun tahun 2008 dengan tinggi 830 meter dan tetap sebagai gedung tertinggi di dunia hingga sekarang.


 Suasana di sekitar Burj Khalifa menunggu kembang api

Dan akhirnya kembang api dinyalakan tepat pukul 00, 01 Jan 2015 dengan durasi sekiar 7 menit. Berikut saya sertakan photo dan videonya.




Video ada di 
https://www.youtube.com/watch?v=TfuprcPmOkY


Hari ke dua (1 Jan 2015)
Itenenary hari ke dua ini lumayan banyak dan bervariasi baik dari tempat wisatanya maupun transportasi yang digunakan. Mulai ke palm jumairah (hotel atlantis), Burj Al Arab, Mall of emirates sampai Miracle garden. Perjalanan dimulai naik kereta Metro ke stasiun damac, dilanjutkan naik tram (semacam metro juga tetapi lebih kecil) turun di stasiun Jumairah. Dari stasiun ini harus berjalan menuju ke stasiun monorail dan menuju ke hotel atlantis dengan naik monorail.


Palm jumairah berupa pulau buatan dibentuk seperti pohon palem dan di setiap daun-daunya berupa kompleks perumahan. Berikut lukisan jumairah yang dibuat dengan puzzle batu. Lokasi A meupakan stasiun awal monorail sedangkan posisi B adalah lokasi hotel atlantis.

Palm Jumairah

Dan berikut hotel atlantis yang photonya saya ambil dari dalam monorail. 
Hotel atlantis

Main-main di pantai di hotel atlantis sepertinya asyik juga, tetapi ternyata pantai ini hanya untuk tamu hotel. Di samping hotel atlantis ini juga ada permainan water adventure.


Dari atlantis ke Burj Al Arab kembali naik Monorail ke jumairah, lanjut naik tram lagi ke al Faqauh, lanjut naik bus turun di depan hotel Burj Al Arab. Naik Bus dan tram gratis (paket ticket red nol card), sedangkan untuk naik monorail harus bayar lagi.

Hotel bintang 7 Burj Al Arab.

Burj Al arab ini lokasinya pas di depan Wild wadi, semacam dunia fantasi / Disney landnya Dubai. Tapi harga ticket masuknya juga mahal banget. Dengan alasan waktu sangat terbatas (red: harganya mahal), maka kami memutuskan tidak masuk. Gak worthed banget gitu loh, kalau dunia fantasi aja di Ancol sepertinya juga tidak kalah :)
Air terjun di depan Wild Wadi

Dari Burj Al Arab, target berikutnya adalah Mall of Emirates dengan naik bus kembali turun di Dubai Internet City, naik Metro lagi turun di Mall of Emirates. Mallnya cukup megah dan kami mampir untuk sholat Dzuhur di lantai 4. Lantai 4 ini khusus untuk masjid yang mana masjid untuk pria dan wanita lokasinya dipisah. Berbeda dengan mall-mall di negara lain, mall di Dubai masjidnya sangat luas dan sangat nyaman buat sholat.


Mall of Emirates

Dari Mall of Emirates lanjut ke Miracle garden. Untuk menuju ke Miracle garden tidak ada metro, tram atau monoral yang ke sana, bus pun tidak ada yang sampai ditujuan. Jadi kami naik bus turun di halte motor city management, lanjut naik taxi ke miracle garden dengan tarif 15 Dirham. Namun kami agak kesulitan untuk mendapatkan taxi karena semua taxi yang kami hentikan tidak bersedia mengantarkan kami ke Miracle Garden. Ada apakah gerangan? Mereka mengatakan bahwa jalanan ke Miracle Garden sangat macet sekali. Kami sempat putus asa dan membayangkan kemacetannya apa kayak di Puncak ya? Tapi dengan asa yang tersisa kami menghentikan taxi yang ke lima dengan tanpa harapan. Jawabannya sama, gak mau. Tapi dengan tawaran kami mau bayar lebih dan bersedia diturunkan sampai ditemukan kemacetan, akhirnya kami dipersilahkan naik. 

Dan ternyata jalanan yang dibilang macet itu kalau di Indonesia gak ada artinya, macet paling cuma sepuluh menit doang??? Tapi walaupun hanya 10 menit tapi memang wajah driver taxinya memang sudah kelihatan setress banget, bagaimana kalau dia tinggal di jakarta ya? ak kebayang tuh :)

Alhasil kami sampai juga ke Miracle Garden. kami jalan-jalan di Miracle Garden sampai waktu maghrib. Memang sangat indah. Bunga-bunga tertata rapi dan ditempel di berbagai bangunan rumah dengan berbagai model. Berikut photo-photo narsis kami yang berhasil mengurangi keindahan taman bunganya ha ha ha ....











Hari ke 3, 2 January 2015
Itenerary hari ke 3 adalah shopping di gold souk, Deira Gold City. Ahh kata-katanya sih shopping tapi beli emasnya berapa sih? Ahh ntar kalau aku katakan di sini pasti dikiranya sombong, jadi gak usah lah ya? (padahal nggak beli apa-apa juga ha ha ha....).

Soal harga rasanya mirip dengan di indonesia. Tapi orang bilang memang kualitasnya yang lebih baik. Nggak tahu juga benar atau nggak. Tapi yang jelas memang yang jualan buanyak banget yang dijual juga buanyak banget.

Banyak banget kan emasnya?

Untuk harga relatif sama antar toko, bahkan harga emas duniapun dipajang di depan souk. Tapi memang masih bisa ditawar sih, tergantung keuletan kita menawarnya. Lumayan sih dapat discountnya .... ups ketahuan deh kalau beli sesuatu ... :) 

Selesai shopping balik ke hotel dengan jalan kaki secara lokasinya memang tidak jauh dari hotel. Di sekitar perjalanan juga bisa ditemukan beberapa toko souvenir yang khas dubai seperti gantungan kunci, dan miniatur gedung-gedung dubai Burj al arab, burj khalifa, dan lain-lainnya.



Untuk ikut Dun bushing kita harus pakai tour agent. Kita tidak bisa berangkat sendiri karena selain transportasi menuju lokasi sulit, di tempat lokasi Dun Bushing juga tidak ada service untuk ikut Dun Bushing. Saya memakai agent yang disediakan oleh hotel (bisa juga pakai agent dari promo yang bisa kita dapat di stasiun kereta, yang biasanya lebih murah). Petugas dari agent akan jemput kami di hotel (kami janjian jam 14:00). Kalau mau ambil video perjalanan Dun bushing dengan jelas, pilihlah duduk di depan, mobil yang dipakai jemput ke hotel sama dengan mobil yang dipakai untuk Dun bushing.

Dun Bushing bisa dilakukan pada pagi hari dan sore hari, hanya saja kalau pagi acaranya hanya murni Dun Bushing saja, sedangkan kalau sore hari kita bisa menikmati sun set dan ada acara makan malam di tenda camp lengkap dengan menikmati beberapa menu jajanan Dubai, minum soft drink + coffee sepuasnya dan naik onta gratis.
Di titik start Dun Bushing

Di atas  photo di area start Dun Bushing, banyak orang sedang rally padang pasir kita temui di sini. Tapi untuk Dun bushing kita harus menembus gunungan padang pasir dengan jarak yang cukup jauh. Padang pasir untuk dun bushing ada 3 warna: merah, putih, kuning. Kali ini saya di area dun bushing dengan pasir warna merah.


Dun bushing dimulai, karena saya sedang bersama istri, maka saya duduknya di tengah (bukan di depan, samping driver). Jadi untuk ambil video relative sulit. Pengalaman yang tak terlupakan tentunya, bagaimana mobil naik dan turun gundukan padang pasir sesuka drivernya. Dan sepertinya driver punya target agar penumpangnya teriak-teriak karena ngeri J, dan dia berhasil ha ha ….. Berikut photo sun set dan videonya.
Memulai hubungan dengan menyatakan Cinta


Cinta diterima dan pose kemenangan


Kalau dah diterima terus kapan nikahnya?


 Oke deh kalau semuanya dah jelas aku ikut mau dibawa kemana?


OK, kita pergi naik onta ya? Yakin ontanya bisa berdiri nih?
Alhamdulillah ya, onta ternyata perkasa juga ha ha ....


Harusnya acara malam berupa Belly dance, tapi berhubung kami datang pas hari jumat jadi acara belly dancenya ditiadakan untuk menghormati hari jumat. Mungkin tuhan menjaga mata ini ..., he he

Febry dan Kunto

Kamis, 25 Desember 2014

Singapore ke-2 (29-30 Nov 2014)

Singapura, 29-30 Nov 2014

Ketika hati telah menjadi satu

Awan hitam telah berganti dengan langit biru
Tiada kebencian apalagi balas dendam
Yang ada hanyalah cinta
Di rumah yang penuh dengan taman idaman
Sekalipun bola api melanda jiwa
Tak kan mempan membakar air cinta
Ku mau cinta ini tetap ada
Sampai ku kembali lagi bersama naira


Puisi ini menggambarkan perasaan hati ini. Ku nyaman sekali bekerja di tempat aku bekerja sekarang, di Jakarta. Semua bagaikan saudara, ku tak melangkah sendirian, satu mengalami masalah menjadi masalah bersama, saling membantu untuk tujuan yang jelas yang telah ditetapkan management. 

Jalan-jalan ke singapura ini dalam rangka pembubaran PKI, bukan Partai Komunis Indonesia ya, tapi 3 nama yang mutasi ke perusahaan lain dalam satu group. Parlindungan, Kunto Wibowo dan Irvan Maulana. Mereka tampak bahagia sekali bukan ?
Dari kiri ke kanan: Kunto, Parlin, Irvan


HARI PERTAMA

Berangkat ke bandara Soeta berdelapan di pagi buta dibagi dalam 3 kloter:
  • Kloter pertama diketua oleh ISU dan ditunggangi oleh PLN, IMN dan AA onal. Makasih ya AA dah mau pinjamin mobil. 
  • Kloter ke dua ini merupakan keluarga bahagia, WRU diantar oleh misua, secara izin pergi ke singapura diberikan setelah malam Jumatan ha ha ha ....
  • Kloter ke tiga ini berprinsip pada hemat pangkal kaya, pergi ke bandara naik taxi karena walaupun mereka tinggal berjauhan tetapi masih dalam 1 arah yang sama, KWO, LWI dan KSA.
Sampai di bandara kami sarapan pagi dulu berupa kue bika ambon, lemper dan risoles segitiga yang dibeli langsung di pasar Senen oleh suami LWI. Woowwwww luar biasa supportnya, kalau kita pergi pagi buta beli kuenya sepagi apa ya?

Tiba di bandara singapura seperti biasa pasti kita akan disambut taman bunga.

Keluar di imigrasi agak sedikit masalah. Sepertinya petugas imigrasi sudah dibriefing untuk selalu menanyakan tempat tinggal di singapura dimana, lengkap di kamar no berapa kepada setiap pendatang. Rata2 kami memang agak gelagepan karena kami tinggal di apartemen dan belum tahu lantai berapa apalagi no kamar berapa. Tetapi dengan sedikit diomelin untuk lain kali harus bisa jawab, kami semua akhirnya lolos imigrasi kecuali PLN.

Ada apa dengan PLN? 
Kayaknya tampangnya mencurigakan karena kelihatan masih mengantuk karena baru tiba dari korea dini hari tetapi langsung ke singapura di pagi buta. Dan akhirnya di bawa ke office imigrasi. PLN ditanya siapa tuhanmu? Siapa nabimu? Untuk mengetahui daya ingatnya, eh ternyata dia lupa, akhirnya dia nanya ke AA Onal ha ha ha ......

Itu versi candaan kami :)
Yang bener: paspornya baru, yang lama kadaluarsa, sehingga petugas mencurigai apakah ada modus. Dan ditanya di Singapura tinggal dimana? PLN tak bisa menjawab akhirnya nanya ke AA Onal.

"Lah emang kamu gak bawa paspor lama?"
"Aku tunjukin juga, di situ kan lengkap sampai eropa segala!"
"Justru mereka tersinggung, kamu sudah jalan ke eropa kenapa ke singapura belum ..." ha ha ha ....

Dari bandara kami langsung ke China Town, tempat apartemen yang kami tinggali berada. Sebelum check in, makan siang dulu. Untuk yang moslem cari makanan halal di Mc Donald, sedangkan yang nonmoslem cari makan sesuai selera mereka dan berikut nuansa makan siangnya :)

Selesai check in kamar di apartemen, kami langsung menuju sentosa merlion dan tak lupa pastinya kami narsis.





Dari sentosa merlion lanjut ke Universal studio, berikut foto narsisnya.
 Bersama sahabat karib / belahan jiwa
 PLN bilang : ehhh suruh acting sangar kok kayak gitu? Yang bener dong!
Dan inilah jadinya foto sangarnya. Kelihatan kan mana yang biasa marah? he he he ...
Kalau gue sih kirain actingnya sudah bener, orang nggak dicomplaint ha ha, setelah lihat hasil fotonya baru ketahuan kalau belum sangar juga, malah cool bro :)
 Sekarang gantian yang ceweknya nih, ini sudah dipilih foto terbaiknya ya ... :)
Dan endingnya kami semua bahagia hahaha

Lupakan pekerjaan sejenak, nikmati kebersamaan, ekspresikan dirimu, bersikaplah segokil mungkin, itu komitmen kami. Dan jadinya seperti ini.



Dari universal studio lanjut lagi ke museum madame tussaud. Tapi antriannya bro, puanjang banget. karena museum ini terhitung masih baru di sini sehingga peminatnya masih banyak. Karena kami sudah sering melihat museum madame tussaud di tempat lain (Hongkong, Bangkok, Shang Hai), bukannya nyombong ya, akhirnya kami memutuskan untuk tidak masuk. Lumayan jadi lebih hemat jadinya xixixixi...

Acara selanjutnya naik Luge. Luge adalah sebuah alat luncur beroda tiga tanpa motor, yang dapat kita duduki dan luncurkan dengan menarik kemudi sembari melesat menuruni bukit di trek jungle trail sepanjang 650 m menuju Siloso Beach. Namun sayang pas naik luge ini di akhir trek hujan deras sehingga kami agak kebasahan dan tidak mengabadikan photo, sedangkan photo dari pihak luge juga gak ada yang bagus. Untuk memperjelas Luge itu apa, saya pinjam kan photo dari blog sebelah ya.


Kami agak sedikit terlantar menunggu hujan reda.

Hujan reda, selanjutnya naik Skyride, semacam kereta gantung tetapi boxnya lebih terbuka. Namun karena habis hujan dan takut hujan lagi akhirnya kami naik dengan mantel plastik. Saatnya atur pasangan LWI-RLD, ISU-KSA (ISU milih KSA karena KSA punya tongsis dan masih perjaka pula), PLN-WRU, terakhir team si berat KWO-IMN. Kita tahu LWI takut ketinggian, makanya dipilih kira2 yang mampu menyakinkannya dan di pilih RLD. Setelah selesai naik baru ketahuan, tak tahunya RLD ternyata juga takut ketinggian. Jadi team LWI-RLD sama-sama takut ketinggian, berikut photo-photo narsisnya.


 Gak mau ahhh narsis pakai dibungkus plastik, mantel plastik mending ku lepas aja sambil naik Skyride
 IMN salah duduk, jadi bungkus plastik gak bisa dilepas
 Sama-sama takut ketinggian, alhasil photonya agak pucat
Narsis dengan tongsis

Sebenarnya dari pihak Skyride juga menyediakan photo buat tapi selain mahal hasil jepretannya kurang bagus. Contohnya team ISU-KSA, saat tiba saatnya harus keep smile, aku panngil untuk menoleh ke belakang untuk aku ambil photo dari belakang, si ISU jadinya keder dan kontroversi hati antara keep smile dan menoleh ke belakang. Namun karena rasa kesetia kawanannya tinggi akhirnya ISU dan KSA memilih menoleh ke belakang ha ha ...

Acara terakhir adalah nonton Wings of time, tontonan sinar laser dalam semburan / kabut air. Namun karena jaraknya agak jauh akhirnya kami persiapan dengan ke toilet dulu. Sambil nunggu ISU dan LWI keluar toilet, muncul ide iseng untuk photo dengan memperagakan gearakan maju maju maju cantiknya Syahrini.
 ISU dan LWI masih di toilet, KWO photografer

Complete version, KSA photografer.

Laper nih, makan siang dulu ya, walaupun waktunya sebenarnya sudah sore. Kami makan di KFC.

Tiba saatnya nonton Wings of time. Acaranya kurang bagus, malah masih lebih bagus yang ada di Monas.




Pesta kembang api di akhir acara wings of time

Malampun berlalu, tapi perjuangan belum selesai. Kami lanjutkan belanja di Mustafa. Tapi sebenarnya harga2 di Mustafa relatif lebih mahal dibandingkan di tempat lain, tapi kalau mau simple OK juga karena barang-barang yang dijual lumayan complete. Pulang dari mustafa ke apartemen menggunakan MRT terakhir jam 23:00, beruntung banget, kalau terlambat dikit aja, ke apartemen harus naik taxi.

HARI KE DUA
Dimulai dengan sarapan pagi di food court under ground apartemen. Menunya lumayan complete dan menu vegetariannya OK banget.

Berangkat ke garden by the bay dengan MRT. Gak ada matinye, ada aja kelakukan untuk berhappy ria. Coba lihat acting ini, gak ingat kalau dah pada uzur hehehe ...

Kalau yang di bawah ini ngapain ya? Mereka lagi acting menye.


Jadi di itenerary berikut:
Maksudnya menye mungkin menyeberangi, tapi ya udah karena suruh menye akhirnya kami photo dengan acting menye he he ....

Di stasiun MRT kami ke toilet dulu dan LWI keluar dari toilet terakhir. Muncul ide iseng kami tuk ngerjain LWI. Kita bersembunyi, dan ketika LWI keluar dari toilet LWI kebingungan dan mencari2 kami dan masuk ke dalam toilet lagi. karena tak tega akhirnya kami keluar dan photo narsis bersama.


Tiba saatnya sampai di garden by the bay. Dari depan garden ini kita sudah bisa berphoto dengan background the sky park sands.

Di Garden by the bay kami masuk ke Flower dome dan ke cloud forest. Di dalam flower dome suhu dan kelembaban udara dijaga sehingga tanaman dapat berbunga secara maksimal.
Lihat gayanya :)
Di flower dome ini saya memisahkan diri untuk hunting photo bunga2 yang indah dan beberapa kali minta orang yang kutemui untuk please take me a picture, ini contohnya:


Dan beberapa kali ketemu temen-temen di spot yang berbeda.



 Terakhir photo bersama sebelum keluar flower dome.

Tour dilanjutkan ke Cloud forest dome. Di Dome ini diset seperi pegunungan lengkap dengan tebing dan air mancurnya. Udara dibuat dingin ada hembusan angin buatan dan air terjun.





Dari cloud forest dome harusnya ke OCBC skyway tetapi karena pohonnya masih belum dirambati oleh tanaman akhirnya dicancel, habis kurang menarik sih, bayar pula, mending photo aja dari bawah he he ...
Oh ya, di sekitar skyway ini kami mendengar percakapan 2 orang bule yang lagi kenalan.
Cewek : Is it the way to flower dome?
Cowok : Yes, it is. Are you alone.
Cewek : Yes, I am alone.
Cowok : Could I go there together with you?
Cewek : oh why not?
Huahahaha dasar nguping and kepo deh. Ini aku share pembuatan pembelajaran karena ada 2 sahabat kami yang masih jomblo, peace ...
Ini adalah photo Garden by the bay (gedung flower dan cloud forest dome) yang diambil dari Skypark sands bridge.

Final destination seharusnya ke Skypark sands, tetapi karena kami sudah sangat terpuaskan dengan taman garden by the bay dan juga waktu yang sudah sangat terbatas, akhirnya kami putuskan untuk tidak ke Skypark. Namun saya ngerasa kalau ke singapura belum afdol/syah kalau nggak ke Marina Merlion, akhirnya temen-temen mau juga menemaniku ke merlion. Makasih ya ....
Di Marina ada sedikit cerita, WRU beli ice cream sandwich ala singapore yang penjualnya nenek-nenek. adahal maunya dibungkus dengan roti tawar, eh neneknya salah paham malah dibunggkus pakai wafer. Eh pas minta diganti dengan roti tawar neneknya ngomel gak karuan. Kasian neneknya hidup di singapura dengan tekanan ekonomi yang tinggi sehingga mudah sekali tersulut api amarah. Eh malah cerita nenk-nenek ha ha ha ..., mending kasih photo di merlion aja deh ... 


Saatnya kembali lagi ke apartemen untuk siap2 pulang, namun uang SGD nya masih banyak, akhirnya uang PLN dikasih ke pengemis di stasiun kereta :p